Limit Bilangan e dan Limmit Trigonometri
Pengertian Limit Matematika
Limit Matematika adalah suatu konsep dalam ilmu matematik yang biasa digunakan untuk menjelaskan suatu sifat dari suatu fungsi, saat agumen telah mendekati pada suatu titik tak terhingga atau sifat dari suatu barisan saat indeks mendekati tak hingga.Limit biasa dipakai pada kalkulus dan cabang lainnya dari analisis matematika untuk mencari turunan dan lanjutan.
Pada pelajaran matematika, limit biasanya mulai dipelajari saat pengenalan terhadap kalkulus dan untuk memahami konsep limit secara menyeluruh bukan sesuatu yang mudah untuk dikerjakan.
LIMIT BILANGAN E
Bilangan Euler (e)
adalah bilangan irasional yang bernilai 2,718281828… (dan seterusnya).
Bilangan ini dinamakan bilangan Euler sebagai penghargaan kepada ahli
matematika Swiss yang menemukannya, Leonhard Euler. Kita akan melihat
kilas balik sejarah bilangan Euler dan mengapa bilangan ini sangat
penting dalam matematika.
Dalam matematika, bilangan atau
konstanta yang terkenal biasanya terkait dengan geometri atau tata
ruang. Sebagai contoh, bilangan π berasal dari rasio keliling dan
diameter lingkaran (π = keliling/diameter). Namun, tidak demikian dengan
bilangan Euler (e). Bilangan Euler tidak berdasarkan kepada bentuk atau geometri, tetapi berdasarkan laju perubahan.
Contoh soal:
penggunaan bilangan e
adalah untuk menghitung jumlah penduduk suatu negara jika diketahui
laju pertumbuhan. Misalkan Indonesia memiliki laju pertumbuhan penduduk r = 1,2% per tahun. Pada tahun 2013, jumlah penduduk Indonesia adalah P0 =
249,9 juta jiwa. Dengan memanfaatkan bilangan Euler, jumlah penduduk
Indonesia pada tahun 2023 (atau 10 tahun kemudian) dapat diprediksi
sebagai berikut:
Di dalam pelajaran fisika atom, bilangan e sering dipakai untuk mengukur peluruhan unsur radioaktif. Contoh kasusnya, jika 100,0 mg neptunium-239 (239Np) meluruh menjadi 73,36 mg setelah 24 jam, berapakah laju peluruhan per harinya? Kita bisa menggunakan persamaan berikut ini:
Trigonometri berasal dari kata yunani
“trigonon” yang artinya tiga sudut dan “metro” yang memiliki arti
ukuran. Jadi dapat disimpulkan bahwa trigonometri yaitu sebuah cabang
matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga.
Trigonometri
sendiri memiliki sejarah yang sangat menarik dipelajari. Sudah lebih
dari 3000 tahun yang lalu trigonometri dikenal. Seorang matematikawan
dari yunani yaitu Hipparchus menyusun tabel trigonometri untuk
menyelesaikan segitiga. Selain itu juga Lagadha matemati kawan yang
sampai sekarang masih terkenal menghitung astronomi dengan menggunakan
trigonometri dan geometri. Adapun beberapa kumpulan rumus trigonometri
yang dapat dipelajari.
Trigonometri
itu sendiri terbagi sesuai macam kegunaan yaitu sebagai teknik
triangulasi yang digunakan astronomi untuk menghitung jarak ke
bintang-bintang terdekat. Sedangkan pada geografi sebagai penghitung
antar titik tertentu. Dan juga sebagai sistem navigasi satelit.
Limit trigonometri adalah nilai terdekat suatu sudut
pada fungsi trigonometri. Perhitungan limit fungsi trigonometri bisa
langsung disubtitusikan seperti limit fungsi aljabar tetapi ada fungsi
trigonometri yang harus diubah terlebih dahulu ke identitas trigonometri
untuk limit tak tentu yaitu limit yang apabila kita langsung
subtitusikan nilai nya bernilai 0, atau bisa juga untuk limit tak tentu
tidak harus memakai identitas tetapi memakai teorema limit trigonometri
dan ada juga yang memakai identitas dan teorema. Jadi, apabila suatu
fungsi limit trigonometri di subtitusikan nilai yang paling mendekati
nya menghasilkan dan maka kita harus menyelesaikan dengan cara lain.
Berikut ini adalah nama – nama trigonometri yang biasa kita gunakan :
- Sinus ( sin )
- Tangen ( tan )
- Cosinus ( cos )
- Cotongen ( cot )
- Secan ( sec )
- Cosecan ( Csc )
- sin∝ = 1/csc∝
- cos∝ = 1/sec∝
- tan∝ = 1/cot∝
- tan∝ = sin∝/cos∝
- cot∝=cos∝/sin∝
Sin2∝ + cos2∝ =1
1+cot2∝=csc2∝
Tan2∝+1=sec2∝
sumber:
http://majalah1000guru.net/2017/01/bilangan-euler/
Komentar
Posting Komentar