UJI KECEKUNGAN DALAM MENENTUKAN TITIK BELOK FUNGSI
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Perhatikan grafik fungsi berikut !
Dari grafik fungsi diatas dapat dilihat bahwa :
1. f cekung ke bawah pada interval x < a atau b < x < c
2. f cekung ke atas pada interval a < x < b atau x > c.
Titik (a, f(a)), (b, f(b)) dan (c, f(c)) disebut titik belok dimana pada titik tersebut terjadi perubahan kecekungan dari cekung ke atas menjadi cekung ke bawah atau sebaliknya.
1. f cekung ke bawah pada interval x < a atau b < x < c
2. f cekung ke atas pada interval a < x < b atau x > c.
Titik (a, f(a)), (b, f(b)) dan (c, f(c)) disebut titik belok dimana pada titik tersebut terjadi perubahan kecekungan dari cekung ke atas menjadi cekung ke bawah atau sebaliknya.
Kecekungan
Karakteristik suatu fungsi yang naik atau
turun dapat kita gunakan untuk mendeskripsikan grafik fungsi tersebut.
Selain itu, apabila kita tahu dimana letak selang yang membuat f ’ naik atau turun maka kita dapat menentukan di mana grafik fungsi f akan cekung ke atas atau cekung ke bawah.
Definisi Kecekungan
Misalkan f terdiferensialkan pada selang buka I. Grafik f akan cekung ke atas pada I jika f ’ naik pada selang tersebut dan akan cekung ke bawah pada I jika f ’ turun pada selang tersebut.
Interpretasi grafis kecekungan dari suatu fungsi berikut akan sangat berguna.
- Misalkan f terdiferensialkan pada selang buka I. Jika grafik f cekung ke atas pada I, maka grafik f berada di atas semua garis singgungnya pada selang tersebut. (Lihat gambar (a) di bawah).
- Misalkan f terdiferensialkan pada selang buka I. Jika grafik f cekung ke bawah pada I, maka grafik f berada di bawah semua garis singgungnya pada selang tersebut. (Lihat gambar (b) di bawah).

Untuk menemukan selang buka di mana suatu grafik fungsi f cekung ke atas atau cekung ke bawah, kita harus menemukan selang di mana f ’ naik atau turun. Sebagai contoh, grafik

akan terbuka ke bawah pada selang buka (–∞, 0) karena

turun pada selang tersebut. Demikian pula, grafik f akan cekung ke atas pada selang (0, ∞) karena f ’ naik pada selang tersebut. Perhatikan gambar di bawah.

Teorema berikutnya menunjukkan bagaimana penggunaan turunan kedua suatu fungsi untuk menentukan selang di mana grafik f
tersebut cekung ke atas atau cekung ke bawah. Bukti teorema ini
merupakan akibat langsung dari Teorema Uji Fungsi Naik dan Turun, dan
definisi kecekungan.
Teorema Uji Kecekungan
Misalkan f adalah suatu fungsi yang turunan keduanya ada pada selang buka I.
- Jika f ”(x) > 0 untuk semua x dalam I, maka grafik f cekung ke atas pada I.
- Jika f ”(x) < 0 untuk semua x dalam I, maka grafik f cekung ke bawah pada I.
Untuk menerapkan Teorema Uji Kecekungan, tentukan lokasi nilai-nilai x sedemikian sehingga f ”(x) = 0 atau f ” tidak ada. Gunakan nilai-nilai x tersebut untuk menentukan selang uji. Kemudian, ujilah tanda f ”(x) pada masing-masing selang uji.
Titik Belok
Grafik fungsi pada Contoh 1 memiliki dua
titik di mana kecekungan grafik tersebut berubah. Jika grafik suatu
fungsi memiliki garis singgung pada titik yang seperti itu, maka titik
tersebut dinamakan titik belok. Tiga jenis titik belok dapat ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.

Definisi Titik Belok
Misalkan f adalah fungsi yang kontinu pada selang buka, dan c adalah titik pada selang tersebut. Jika grafik f memiliki garis singgung pada titik (c, f(c)), maka titik ini merupakan titik belok grafik f ketika kecekungan f berubah dari cekung ke atas menjadi cekung ke bawah (atau sebaliknya) pada titik tersebut.
Untuk menentukan letak titik belok, kita tentukan nilai x yang membuat f ”(x) = 0 atau f ”(x) tidak ada. Hal ini serupa dengan prosedur dalam menentukan letak titik ekstrim lokal f.
Teorema Titik Belok
Jika (c, f(c)) merupakan titik belok grafik f, maka f ”(c) = 0 atau f ” tidak ada pada x = c.
Contoh 3: Menemukan Titik Belok
Tentukan titik-titik belok grafik,

dan tentukan kecekungan grafik fungsi tersebut.
Pembahasan Untuk menentukan titik-titik belok grafik fungsi yang diberikan, pertama kita tentukan turunan kedua fungsi tersebut.

Dengan membuat f ”(x) = 0, kita dapat menentukan bahwa kemungkinan titik-titik beloknya terjadi pada x = 0 dan x = 2. Dengan menguji selang yang ditentukan oleh nilai-nilai x tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa kedua titik tersebut merupakan titik-titik belok grafik f. Perhatikan tabel berikut.
| Selang | –∞ < x < 0 | 0 < x < 2 | 2 < x < ∞ |
| Nilai Uji | x = –1 | x = 1 | x = 3 |
| Tanda f ”(x) | f ”( –1) > 0 | f ”(1) < 0 | f ”(3) > 0 |
| Kesimpulan | Cekung ke atas | Cekung ke bawah | Cekung ke atas |
Jadi, grafik fungsi f memiliki titik belok pada (0, 0) dan (2, –16). Grafik fungsi f dapat ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.

Konvers
Teorema Titik Belok tidak sepenuhnya benar, karena terdapat kemungkinan
bahwa turunan kedua suatu fungsi pada titik tertentu sama dengan nol
tetapi titik tersebut bukanlah titik belok. Misalnya, grafik f(x) = x4 seperti yang ditunjukkan gambar di bawah. Turunan kedua fungsi tersebut sama dengan nol ketika x = 0, tetapi titik (0, 0) bukanlah titik belok karena grafik f cekung ke atas pada selang (–∞, 0) dan (0, ∞).

- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya

Komentar
Posting Komentar